Langsung ke konten utama

B

 Pernikahan adalah suatu ibadah yang memikul tanggung jawab yang sangat besar. Sebagai laki2 aku merasa bahwa ada kewajiban membawa pernikahan yang panjang masanya ini ke arah yang semestinya. Dari segi 2 orang kepala yang menjadi pasangan mesti saling memahami, saling berkompromi satu sama lain, kesiapan dari diri sendiri, dan anak yang menjadi penerus bangsa harus dididik dengan serius karena itu tanggung jawab orang tua.


Menikah semestinya paling tidak membuat dua orang pasangan "bahagia" kalau bisa 2 keluarga juga ikut bahagia. Siap melewati rintangan didepan dengan dewasanya dan bijaknya, musyawarah ada hal yang pasti, perdebatan sudah makanan sehari-hari namun.. pastikan cara berkomunikasi dengan baik, Komunikasi adalah hal penting bagi 2 orang yang sudah menikah. Ada banyak yang perlu dibahas, dimusyawarahkan saat ini dan di kemudian hari. Menghormati satu sama lain, gotong royong, bahu membahu satu sama lain. mengenal satu sama lain semakin dalam setelah menikah agar tidak ada orang tua2 lagi dikemudian hari yang saling berargumen lalu saling membicarakan di belakang. Perasaan yang kesal ditahan untuk mempertahankan pernikahan aku percaya akan meledak di suatu hari nanti. Perasaan tidak suka pada pasangan, ngedumel, marah yang tidak ada ujungnya, nantinya lari cari pelarian dan muncullah konflik2 baru lain yang sangat tidak diiingankan dan ujung2nya kekerasan fisik maupun verbal hingga perceraian.

Korban sangatlah banyak.. pasti sudah tau siapa, pikirkan saja orang terdekat.

Ada yang bertahan, tidak sedikit kalau mau dihitung. Karena mereka memfikirkan orang yang dirugikan, hal ini dan itu jika berpisah, bagaimana pandangan orang, bagaimana anak (jika sudah punya), dan masih banyak lagi. 


Anak muda menikah muda sepertinya lazim di negara ini. Negara China membayar upah untuk pasangan yang ingin menikah agar angka kelahiran naik, sementara di negara ini menggalakkan alat kontrasepsi.


Kesiapan, banyak yang mesti disiapkan. Dari segi ekonomi saja... angka umk tiap daerah yang sudah dihitung pemerintah itu untuk kebutuhan "tiap" manusia hidup layak di kota itu, negara ini bisa hidup dengan umk tersebut untuk satu keluarga. Kesiapan mental dan masih banyak lagi. 


Egois memang, masih jadi pilemik dipikiranku bagaimana pemerintah mentapkan angka tersebut ๐Ÿ˜‚


Lillaahita'ala, bismillahirrahmanirrahim adalah pengharapan doa agar diberi ridha-Nya. Tapi apakah bisa jika tidak ada kesiapan? Bisa dan itu adalah anomali dan yang bisa membuat itu terjadi hanya Allah SWT. 


Kesiapan masing2 orang berbeda2. Kalau bagiku sudah siap, segerakan. Untuk yang belum, tenang dan tetap fokus pada tujuan. Lakukan saja yang terbaik saat ini saat kita sudah merencanakannya. Untuk hasil itu bukan ranah kerja kita.

๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ™๐Ÿฝ

Komentar